Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polda Babel Turun Usut Tuntas Terkait Tiga Wartawan Diduga Dianiaya di Gudang PT PMM

Minggu, 08 Maret 2026 | 12.19 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-08T05:19:43Z
BABEL, Tawali News - Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan menindaklanjuti dugaan tindakan kekerasan yang menimpa tiga jurnalis di kawasan gudang PT PMM, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, Sabtu (07/03/2026).

Kapolda Babel Viktor Theodorus Sihombing mengatakan pihaknya akan segera memproses laporan yang tengah disusun oleh para korban di Mapolda Babel.

“Nanti akan ditindaklanjuti, semua pihak akan diminta keterangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” kata Viktor saat dikonfirmasi awak media, Sabtu malam.

Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Babel Agus Sugiyarso. Ia membenarkan bahwa para korban sedang menyusun laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Menurutnya, setelah laporan polisi diterima, penyidik akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa para saksi serta mengumpulkan alat bukti terkait peristiwa tersebut.

“Berdasarkan laporan polisi itu, Polda Babel akan menindaklanjuti dengan proses penyelidikan, termasuk memeriksa keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti,” ujarnya.

Insiden tersebut dialami tiga jurnalis yakni Dedy Wahyudi dari Babelfaktual.com, Frendy Primadana kontributor TV One Bangka Belitung, serta Wahyu Kurniawan dari Suarapos.com. Dua di antaranya diduga mengalami kekerasan fisik.

Peristiwa bermula saat para wartawan menerima informasi adanya anggota satgas yang dikepung massa di sekitar gudang PT PMM di Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, mereka mendatangi lokasi guna melakukan peliputan.

Setibanya di lokasi, para jurnalis sempat berbincang dengan petugas keamanan di pintu masuk gudang. Saat itu disebutkan bahwa keributan terjadi di depan kantor perusahaan, bukan di dalam area gudang.

Situasi memanas ketika salah satu wartawan mengambil gambar truk yang hendak masuk ke area gudang. Sopir truk diduga tidak berkenan dan meminta foto tersebut dihapus. Permintaan itu kemudian dipenuhi.

Namun saat truk keluar dari area gudang, Dedy kembali mengambil gambar. Sopir truk diduga turun dari kendaraan dan langsung memukul wajah Dedy.

Melihat situasi memanas, dua wartawan lainnya berupaya meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun, salah satu orang yang diduga petugas keamanan menarik baju Frendy hingga terjatuh dari motor.

Wahyu berhasil keluar dari lokasi, sementara Frendy dan Dedy sempat tertahan oleh pihak keamanan di area gudang perusahaan.

Hingga kini, para korban masih menyelesaikan proses laporan polisi di Mapolda Babel. Polda Babel memastikan akan menyelidiki kasus tersebut secara menyeluruh, untuk mengungkap fakta kejadian dan menindak pihak yang terbukti bersalah sesuai hukum yang berlaku. (Red)