Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kadisdikbud Metro Prihatin Pelajar Pesta Miras di Kos, Minta Sekolah dan Orang Tua Perketat Pengawasan

Jumat, 17 April 2026 | 14.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-17T07:26:38Z
METRO, Tawali News - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa penggerebekan tujuh pelajar yang diduga melakukan pesta minuman keras (miras) disertai aktivitas sesama jenis di sebuah rumah kos.

Menurutnya, kejadian yang melibatkan anak usia sekolah tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku remaja di luar jam belajar.

“Perilaku mengonsumsi miras di luar pengawasan orang tua serta melakukan aktivitas di kos tanpa izin sangat berisiko terhadap keselamatan, kesehatan, dan masa depan peserta didik,” ujarnya.

Agus menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Kota Metro untuk mengambil langkah preventif guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ia menghimbau para kepala sekolah, guru, dan wali kelas untuk memperketat pengawasan terhadap siswa, khususnya yang tinggal di kos atau jauh dari orang tua. 

Komunikasi aktif dengan wali murid dinilai penting agar keberadaan dan aktivitas siswa di luar sekolah tetap terpantau.

Selain itu, peran Guru Bimbingan Konseling (BK) juga diminta lebih dioptimalkan. Guru BK diharapkan proaktif dalam melakukan pendampingan, deteksi dini terhadap potensi masalah remaja, serta memberikan layanan konseling secara rutin kepada siswa.

“Pendekatan yang dilakukan harus persuasif dan edukatif, sehingga siswa merasa nyaman untuk terbuka dan mendapatkan arahan yang tepat,” tambahnya.

Tak hanya kepada pihak sekolah, Disdikbud Metro juga mengimbau para orang tua dan wali murid agar lebih peduli terhadap aktivitas anak. Orang tua diminta memastikan mengetahui lingkungan pergaulan anak, termasuk teman dan kegiatan yang dilakukan di luar rumah.

“Bangun komunikasi yang terbuka tanpa menghakimi, sehingga anak merasa aman untuk bercerita. Ini penting agar orang tua bisa lebih cepat mengetahui jika ada penyimpangan perilaku,” jelasnya.

Khusus bagi orang tua yang anaknya tinggal di kos, Agus menekankan pentingnya koordinasi rutin dengan pemilik kos serta pihak sekolah guna memastikan pengawasan tetap berjalan.

"Ia berharap, melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat, pembinaan terhadap generasi muda dapat berjalan lebih optimal, sehingga terhindar dari perilaku berisiko yang dapat merusak masa depan mereka. (Santi)