METRO, Tawali News - Hujan abu vulkanik dilaporkan dirasakan sejumlah warga di Kota Metro, Lampung, pada Minggu (6/9/2026) pagi. Abu halus berwarna kelabu disebut turun dan menempel di sejumlah permukaan, mulai dari jalan, atap rumah, halaman, hingga perabot di teras warga.
Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga memilih mengurangi kegiatan di luar rumah karena khawatir terhadap dampak abu yang beterbangan dan masuk ke dalam rumah.
Salah seorang warga Perumahan 21 B, Kota Metro, Margiati, mengaku mulai merasakan kondisi tersebut sekitar pukul 07.30 WIB.
Menurut Margiati, udara di sekitar rumahnya terasa berdebu hingga menimbulkan rasa perih pada hidung dan tenggorokan.
“Saya sedang beres-beres halaman pagi tadi, tiba-tiba udara jadi kelabu dan berbau belerang tipis. Abu halus ini turun terus, sekarang sudah menempel di meja teras, di jemuran, bahkan masuk ke dalam rumah walau pintu sudah ditutup,” ungkap Margiati saat ditemui di kediamannya, Minggu pagi.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat dirinya membatalkan aktivitas mencuci pakaian karena khawatir pakaian yang telah dijemur kembali terkena abu.
“Sudah dicuci lalu dijemur, nanti kotor lagi kena abu. Saya juga sudah menyuruh anak-anak tidak bermain di luar dulu, takut sesak napas,” ujarnya.
Pantauan di sekitar kediaman Margiati, halaman dan tanaman terlihat terdapat lapisan material berwarna kelabu. Material tersebut tampak halus dan mudah beterbangan ketika terkena hembusan angin.
Warga Diminta Meningkatkan Kewaspadaan
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.
Sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:
- Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
- Menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.
- Tidak menyapu abu dalam kondisi kering. Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu agar tidak mudah beterbangan.
- Membatasi aktivitas luar ruangan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok yang sensitif terhadap debu.
- Menyimpan air bersih dalam wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi abu.
- Mengurangi penggunaan kendaraan apabila tidak mendesak, terutama jika kondisi jalan menjadi licin atau jarak pandang terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari BMKG setempat mengenai penyebab dan sumber material yang dilaporkan turun di wilayah Kota Metro.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang. Perkembangan kondisi di Kota Metro masih terus dipantau.
Redaksi: Tri Santi